Laman

Jumat, 30 Oktober 2009

BULAN BIRU (1)




Bulan biru tengah sembunyikan sesuatu,
tidakkah kau lihat?
Beribu cahaya menyiratkan semburat angin
di lipatan kening basahku
Sedangkan malam sibuk bergumpal jejali awan
Bagaimana caranya tertawa? Waktu
semakin saja melejit
Kaki terasa berjari duapuluh:
Saling berkejaran melawan dingin yang tiada batas
Tanpa tahu peluh mencari apa
Gelap merengkuh apa
Ragu membingungkan apa

Ah, semu yang diangkuhkan bulan biru
tertawa pilu di antara gemericik dedaunan..
Berisik sekali!




Bogor, 29 Oktober 2009

0 komentar: